3 Fakta Bantuan Beras yang Heboh Disebar Jelang Pemilu

Sugeng rawuh Yuda Herbal di Website Kami!

Jakarta – 3 Fakta Bantuan Beras yang Heboh Disebar Jelang Pemilu

Program bantuan pangan beras akhir-akhir ini ramai diberitakan karena dianggap berkaitan dengan tahun politik dan menjelang pemilu. Badan Pangan Nasional, lembaga pengelola program tersebut, dan Perum Blog membantahnya

Berikut faktanya:

1. Tutup sementara

Pemerintah menghentikan sementara penyaluran bantuan pangan beras pada 11-14 Februari 2024, saat masa tenang Pemilu 2024. Bank Jatim Bukukan Pertumbuhan Kredit 18,54 Persen pada 2023

Arif Prasito Adi, Kepala Badan Pangan Nasional, mengatakan pada Selasa (6/2/2024), “Dianggap tutup sementara pada hari tenang 11 Februari.”

Arif menjelaskan, keputusan itu diambil untuk mengakui pemilu mendatang. Dia meyakinkan, bantuan pangan beras akan dilanjutkan kembali setelah pemilu.

Katanya, “Iya, untuk menghormati pemilu. Jadi dipertimbangkan untuk dihentikan sampai pemilu (pemilu). Barulah kami putuskan untuk menghentikan sementara.”

2. Bantuan bukan karena pemilu

Arif menegaskan, bantuan pangan beras tidak ada kaitannya dengan kontestasi pemilihan presiden (Pilepress). Sebab, program tersebut sudah ada jauh sebelum tahun pemilu

“Bantuan pangan itu dilakukan terus-menerus, sudah lama dilakukan. Sudah ada sejak dahulu kala. Jadi tidak mengarah pada pemilu. Tidak ada yang seperti itu,” ujarnya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, penyaluran bantuan pangan beras yang dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di berbagai daerah merupakan sebagian kecil dari total yang harus disalurkan kepada 22 juta Rumah Tangga Penerima Manfaat (KPM).

“Kepala desa juga berupaya memastikan bantuan pangan datang. Karena dinamikanya seperti ini. Yang disalurkan presiden hanya 1.000, sisa 22 juta kilometer di Indonesia lho. Jadi jangan berbuat apa-apa (dengan pemilu), jelas Arif . Selesai

3. Untuk diperluas

Selain itu, Arif memastikan bantuan pangan beras akan dilanjutkan kembali setelah pemilu. Tidak menutup kemungkinan juga akan berlanjut hingga akhir tahun.

“Ya kita hentikan, nanti kambuh lagi. Kita hentikan ya? Ini akan terus (bantuan pangan), (dilaksanakan sepanjang tahun) tergantung AFB cukup atau tidak,” dia berkata. .

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga mengatakan bantuan pangan berupa 10 kilogram (kg) beras bisa dicairkan setelah bulan Juni jika APBN mencukupi. 3 Fakta Bantuan Beras yang Heboh Disebar Jelang Pemilu

“Setelah bulan Juni saya akan hitung kembali APBN kita, kalau bisa kita lanjutkan lagi,” ujarnya.

Ia juga mengatakan, beras yang diberikan kepada masyarakat dipilih dengan kualitas terbaik. Jokowi meminta masyarakat segera mencobanya di rumah

“Menurut saya, nasi yang didapat bukan nasi medium, tapi premium. Kalau pulang langsung masak, coba-coba, karena itu nasi pilihan semua orang,” ujarnya.

Tonton juga video: Bansos Bahil di Anis-Ganjar Senthil: Masyarakat Tak Senang dengan Nasib.

(dingin)