Bakteri “Superbug” Melanda Dunia, Waspadai Gejalanya Agar Tak Jadi Pandemi

Selamat datang Yuda Herbal di Website Kami!

Yuda Herbal – Penyakit yang disebabkan oleh bakteri terjadi setiap tahun. Selama hampir satu abad, obat antimikroba yang disebut antibiotik telah membantu mengendalikan dan menghancurkan banyak bakteri berbahaya yang dapat menjaga kesehatan siapa pun yang menderita penyakit terkait kekebalan. Bakteri “Superbug” Melanda Dunia, Waspadai Gejalanya Agar Tak Jadi Pandemi

Namun dalam beberapa dekade terakhir, antibiotik telah kehilangan efektivitasnya terhadap jenis bakteri tertentu. Faktanya, beberapa bakteri tidak dapat diatasi dengan obat-obatan yang ada saat ini. Siasat Kemenkes saat Banyak Warga +62 Juga Cari Obat Murah ke Malaysia

Sayangnya, cara kita menggunakan antibiotik justru membantu menciptakan “kuman super” baru yang resistan terhadap obat. Superbug sendiri merupakan strain bakteri yang resisten terhadap berbagai antibiotik.

Diadaptasi dari www.cdc.gov Bakteri yang resistan terhadap obat ini menginfeksi lebih dari 2 juta orang secara nasional setiap tahunnya dan membunuh sedikitnya 23.000 orang.

Bentuk infeksi ini dapat bermanifestasi sebagai berbagai penyakit, seperti tuberkulosis, gonore, dan stafilokokus, yang resisten terhadap obat, dan penelitian masih dilakukan untuk menemukan obat yang efektif untuk mengobati penyakit tersebut.

Berdasarkan riwayat klinis, beberapa bakteri super paling berbahaya sering ditemukan di fasilitas kesehatan. Hal ini biasanya terjadi pada pasien rawat inap. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, bakteri tersebut mulai menyebar ke seluruh masyarakat dan siapa pun dapat terinfeksi.

Salah satu bakteri umum yang sering ditemui adalah Staphylococcus aureus (MRSA) yang resisten terhadap metisilin. Faktanya, bakteri ini tidak menunjukkan respon terhadap MRSA. MRSA dapat menyebabkan infeksi kulit dan darah. MRSA jenis ini juga dapat menyebabkan pneumonia pada pasien.

Kebanyakan orang yang terinfeksi bakteri super ini tidak akan menunjukkan gejala apa pun, namun pada beberapa kasus, orang yang terinfeksi bakteri super ini bisa ditemukan memiliki gejala seperti demam, batuk, diare, dan gejala yang mirip dengan orang yang terinfeksi bakteri lain. . Bakteri atau virus.

Kasus pertama penyebaran bakteri super ini ditemukan di India bagian barat. Terdapat infeksi skala besar di wilayah tersebut, yang mempengaruhi pasien di wilayah Maharashtra. Dokter berupaya mencegah ruam yang disebabkan oleh infeksi superbug.

Sejauh ini, penyebaran dan pencegahan bakteri super masih menjadi perhatian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), karena dunia kemungkinan besar akan kembali terkena dampak “pandemi bakteri super” karena belum ada obat yang dapat menyembuhkannya secara total. Kita juga perlu mewaspadai apakah ada orang di sekitar kita yang tertular bakteri dan mengalami demam tinggi, batuk, pilek, atau gejala demam serupa lainnya. Bakteri “Superbug” Melanda Dunia, Waspadai Gejalanya Agar Tak Jadi Pandemi

Cara terbaik untuk mencegah infeksi superbug adalah dengan sering mencuci tangan dengan sabun dan air. Untuk mencegah penyebaran virus, sebaiknya jangan berbagi barang pribadi seperti handuk atau pisau cukur.

Hal lain yang bisa kita lakukan adalah dengan hanya mengonsumsi antibiotik dalam porsi, tidak overdosis, dan tidak mengonsumsi antibiotik tanpa resep dokter. Hal ini telah terbukti mencegah semua mutasi gen antibiotik pada manusia.