Peneliti Korea Kembangkan Beras Hibrida, Apa Bedanya dengan Beras Biasa?

Yuda Herbal, JAKARTA – Peneliti Korea Selatan telah mengembangkan beras hibrida dengan kandungan protein dan lemak tinggi. Beras hibrida ini terbuat dari sel sapi dan dapat menjadi sumber protein yang mudah digunakan dengan dampak lingkungan yang rendah.

Langkah pertama yang dilakukan tim peneliti untuk membuat beras hibrida ini adalah melapisi beras dengan gelatin ikan. Tim peneliti baru kemudian menempelkan sel sapi tersebut pada beras tersebut. Tujuan penggunaan gelatin ikan adalah untuk mempermudah proses penempelan sel sapi pada nasi.

Selanjutnya, tim peneliti menambahkan sel induk dan sel otot dari sapi ke dalam nasi. Beras yang menempel pada sel sapi kemudian ditumbuhkan dalam cawan petri selama 11 hari.

Tim peneliti menemukan bahwa padi hibrida ini lebih bergizi dibandingkan padi konvensional. Sebagai perbandingan, beras hibrida mengandung protein 8 persen lebih banyak dan lemak 7 persen lebih banyak dibandingkan beras konvensional. Selain itu, nasi hibrida juga lebih enak.

Menariknya, proses produksi padi hibrida menghasilkan jejak karbon yang lebih rendah dibandingkan proses produksi daging sapi. Untuk setiap 100 gram protein yang dihasilkan, beras hibrida mengeluarkan karbon dioksida 6,72 kg lebih sedikit dibandingkan dengan daging sapi yang menghasilkan 49,9 kg.

Jika nantinya bisa dikomersialkan, beras hibrida bisa menjadi sumber protein yang lebih murah dibandingkan daging sapi. Meski harga beras hibrida ini sekitar US$2,23 atau sekitar Rp 34.000 per kilogram, harga satu kilogram daging sapi bisa enam kali lipat lebih mahal.

“Kami biasanya mendapatkan protein yang kami perlukan dari hewan, namun memproduksi daging membutuhkan lebih banyak sumber daya dan air serta mengeluarkan lebih banyak gas rumah kaca,” Seohyun Park, peneliti di Universitas tersebut, mengatakan kepada Independent pada Rabu (21/02/24). .

Park mengatakan, padi hibrida ini memudahkan masyarakat mendapatkan beragam nutrisi dalam waktu bersamaan. Menurut Park, nasi biasa sebenarnya kaya akan nutrisi. Namun, menambahkan sel sapi ke dalam nasi akan semakin meningkatkan nilai gizi nasi.

Pak mengatakan, berdasarkan penelitian, sel sapi bisa tumbuh dengan baik di padi. Oleh karena itu, Park yakin padi hibrida bisa didistribusikan secara luas di dunia.

“(Beras hibrida) ini suatu hari nanti bisa membantu bantuan kelaparan, makanan militer, atau makanan luar angkasa,” kata Park.

Hasil penelitian yang dilakukan Park dan timnya dipublikasikan di jurnal Matter. Tim peneliti berencana melakukan penelitian lebih lanjut untuk meningkatkan nilai gizi padi hibrida mereka dengan menciptakan kondisi yang lebih baik untuk pertumbuhan otot sapi dan sel lemak pada padi.

Me Time ala Nikita Willy: Jalan 10 Ribu Langkah di Treadmill demi ‘Waras’

Jakarta-

Kehidupan artis Nikita Willy usai menjadi ibu dari Issa Xander Djokosoetono terus menyedot perhatian netizen. Pasalnya, wanita kelahiran 1994 ini tetap tampil cantik dan awet muda.

Namun siapa sangka Nikita masih mengalami tekanan sejak menjadi seorang ibu. Ia merasa tidak punya waktu untuk dirinya sendiri dan lebih fokus pada keluarganya.

Namun kini Nikita mulai bisa meluangkan waktu untuk mengurus keluarga dan dirinya sendiri atau waktuku. Bedanya, perempuan berusia 29 tahun ini memilih mengisi waktu luangnya dengan berjalan di atas treadmill.

“Salah satu yang aku suka adalah berjalan di atas treadmill di pagi hari, sehari 10.000 langkah. Setelah aku melakukan treadmill, aku mandi air dingin, jadi menyegarkan sekali,” kata Nikita dalam media briefing, Rabu (7/. 2/2024).

“Setelah itu Anda akan siap menghadapi hari, seperti menghadapi kekacauan,” ujarnya.

Selain lari di treadmill, Nikita juga suka melakukan hal-hal sederhana untuk mengisi waktu tidur anak-anaknya. Menurut Nikita, memiliki jadwal yang teratur dan konsisten bisa membantu para ibu memiliki waktu luang untuk dirinya sendiri.

Misalnya, Nikita membiasakan anak-anaknya tidur malam sekitar pukul 19.30 atau paling lambat pukul 20.00. Setelah sang anak tertidur, Nikita punya lebih banyak waktu luang untuk menyelesaikan pekerjaannya.

“Misalnya kalau ada pekerjaan, saya selesaikan pekerjaan sebelum anak-anak tidur, setelah jam 8.00 malam anak-anak tidur, kita punya waktu lagi dan kita bisa menonton film atau menelusuri media sosial, itu membuat saya senang sekali. ,” jelas Nicky.

Rupanya Nikita sudah lama menekuni kebiasaan treadmill. Selain treadmill, Nikita juga mencoba menari dan baru-baru ini mulai melakukan yoga.

Lewat postingan Instagramnya, Nikita beberapa kali terlihat melakukan yoga. Tak hanya itu, ia kerap melakukan yoga bersama Jennifer Bachdim. Tonton video “Apakah terlalu banyak kebahagiaan merupakan bagian dari stres?” (sao/kna)

Siasat Kemenkes saat Banyak Warga +62 Juga Cari Obat Murah ke Malaysia

Jakarta –

Singapura menunjukkan tren datang ke Malaysia untuk mendapatkan obat dengan harga lebih murah. Biasanya perbandingan harganya berkisar 50 persen.

Alasannya diyakini karena persaingan farmasi semakin ketat di Malaysia.

“Terkadang Anda dapat menemukan setidaknya tiga atau empat apotek di satu jalan,” kata Direktur Manajemen Informasi Kesehatan MIMS.

“Bisa dari jaringan apotek besar (atau) apotek perorangan. Ketika persaingan ketat, apotek menurunkan harga untuk mencegah pelanggan datang kembali.”

Fenomena ini juga ditemukan di Indonesia. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyinggung sifat krisis yang tidak hanya dipenuhi permintaan barang seperti tas dan sepatu, tetapi juga obat-obatan.

Harga obat-obatan di Indonesia banyak yang dikatakan lebih mahal dibandingkan di Malaysia. Akibat biaya impor, produksi obat dan alat kesehatan mandiri di Indonesia belum memuaskan.

Dr Siti Nadia Tarmizi, Kepala Departemen Komunikasi dan Pelayanan Publik Indonesia, mengatakan pemerintah saat ini berupaya meningkatkan produksi dalam negeri, terutama untuk obat-obatan yang biasa digunakan.

“Kami masih berupaya meningkatkan produksi dalam negeri, khususnya obat-obatan yang digunakan masyarakat umum,” ujarnya saat dihubungi detikcom, Selasa (13/2/2024).

Obat yang biasa diresepkan antara lain parasetamol, clopidogrel, amlodipine, dan omeprazole. Saksikan video “Kementerian Kesehatan Laporkan Kasus Monyet Baru di Jakarta” (naf/kna)

Tim Medis China Tanam Chip di Otak Manusia, Pulihkan Sistem Motorik Pria Lumpuh

Jakarta –

Sebuah tim medis di Tiongkok menanamkan chip di otak seorang pria lumpuh. Dalam laporan hasil percobaannya, peneliti menyebutkan bahwa operasi tersebut berhasil memulihkan sistem motorik pasien stroke.

Disebutkan CGTN, terobosan perangkat brain-computer interface (BCI) ini akan membantu dalam rehabilitasi pasien penyakit mental dan cedera, serta membantu meningkatkan fungsi otak manusia dalam dunia medis di masa depan.

Seorang pasien yang mendapat transplantasi dalam uji klinis pada 24 Oktober 2023, mengalami cedera tulang belakang akibat kecelakaan mobil. Dia memiliki empat anggota badan selama 14 tahun.

Ahli bedah otak di Rumah Sakit Xuanwu menanamkan dua prosesor BCI berukuran nirkabel ke dalam tengkorak pasien dan berhasil menerima sinyal saraf dari wilayah otaknya yang mengontrol fungsi emosional dan motorik.

Setelah tiga bulan menjalani pelatihan di rumah, pasien kini mampu membawa botol air dengan sarung tangan berisi udara yang digerakkan oleh gelombang otak, dengan tingkat akurasi lebih dari 90 persen.

Pasien juga menunjukkan peningkatan skor klinis untuk cedera tulang belakang dan potensi hasil, menurut ahli bedah saraf dalam uji coba tersebut.

(kna/kna)

Cerita Indro Warkop saat Istri Kena Kanker Paru, Gejala Awal Batuk Tak Sembuh

Jakarta –

Kanker merupakan penyakit yang membuat Indra “Warkop” terkesan. Selain merenggut kedua orang tuanya, Kasin dan Don, penyakit kanker juga menyebabkan anggota termuda Warkop DKI itu harus berpisah selamanya dengan istri tercintanya.

Istri Indra, Nita Oktobijanta, pertama kali didiagnosis menderita kanker paru-paru pada tahun 2017. Sebelumnya, Nita mengeluhkan batuk yang tak kunjung berhenti.

Ia juga tidak didiagnosis mengidap kanker paru-paru untuk pertama kalinya pada tahun 2017. Saat itulah ia mengalami gejala berupa batuk. Namun almarhum langsung dilarikan ke unit gawat darurat (EDH) karena tak kunjung sembuh, muncul kram perut, dan terjatuh tak sadarkan diri.

“Saya pingsan dan masuk IGD dan akhirnya ternyata kanker di dada saya,” kata Indro Pantai Indah kepada Kapuk 2, Minggu (4/2) “Menciptakan Kesenjangan Kanker di Hari Kanker Sedunia” di acara tersebut. . /2024).

Kebetulan saat itu Indro sedang mempromosikan sebuah film. Namun kabar jatuhnya istrinya langsung membuatnya tidak berpikir panjang.

“Waktu itu aku lagi promosi film. Entah kenapa, kalau terjadi apa-apa sama aku, rasanya aku sakit, hampa. Aku nggak bisa ngomong apa-apa,” ungkapnya.

Untungnya, produser kemudian mengizinkan Indra pulang dan menyusul istri tercintanya.

“Produser saya bilang, ‘Mas Indra, jangan ikut promosi, segera ke rumah sakit, adopsi istri tercinta selamanya’. Untungnya, saya menemukan produser yang sangat memahami saya,” ujarnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan, Nita didiagnosis menderita kanker paru stadium lanjut. Tiba-tiba Indro mogok. Apalagi saat dokter menanyakan kebiasaan merokok istrinya.

“Ketika saya tahu ada orang terdekat saya yang mengidap penyakit ini, saya sangat terpukul. Bahkan dokter saat itu, yang pertama di bidang paru-paru, langsung berkata, ‘Kamu merokok ya?’” Itu membuat saya patah hati, dia berkata.

“Saya berhenti merokok pada tahun 1998, tapi istri saya tetap tidak bisa berhenti merokok. Saya merasa bersalah. Itu membuat saya sedih,” lanjut pria berusia 65 tahun itu.

(kuda/kuda)

Bakteri “Superbug” Melanda Dunia, Waspadai Gejalanya Agar Tak Jadi Pandemi

Yuda Herbal – Penyakit yang disebabkan oleh bakteri terjadi setiap tahun. Selama hampir satu abad, obat antimikroba yang disebut antibiotik telah membantu mengendalikan dan menghancurkan banyak bakteri berbahaya yang dapat menjaga kesehatan siapa pun yang menderita penyakit terkait kekebalan.

Namun dalam beberapa dekade terakhir, antibiotik telah kehilangan efektivitasnya terhadap jenis bakteri tertentu. Faktanya, beberapa bakteri tidak dapat diatasi dengan obat-obatan yang ada saat ini.

Sayangnya, cara kita menggunakan antibiotik justru membantu menciptakan “kuman super” baru yang resistan terhadap obat. Superbug sendiri merupakan strain bakteri yang resisten terhadap berbagai antibiotik.

Diadaptasi dari www.cdc.gov Bakteri yang resistan terhadap obat ini menginfeksi lebih dari 2 juta orang secara nasional setiap tahunnya dan membunuh sedikitnya 23.000 orang.

Bentuk infeksi ini dapat bermanifestasi sebagai berbagai penyakit, seperti tuberkulosis, gonore, dan stafilokokus, yang resisten terhadap obat, dan penelitian masih dilakukan untuk menemukan obat yang efektif untuk mengobati penyakit tersebut.

Berdasarkan riwayat klinis, beberapa bakteri super paling berbahaya sering ditemukan di fasilitas kesehatan. Hal ini biasanya terjadi pada pasien rawat inap. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, bakteri tersebut mulai menyebar ke seluruh masyarakat dan siapa pun dapat terinfeksi.

Salah satu bakteri umum yang sering ditemui adalah Staphylococcus aureus (MRSA) yang resisten terhadap metisilin. Faktanya, bakteri ini tidak menunjukkan respon terhadap MRSA. MRSA dapat menyebabkan infeksi kulit dan darah. MRSA jenis ini juga dapat menyebabkan pneumonia pada pasien.

Kebanyakan orang yang terinfeksi bakteri super ini tidak akan menunjukkan gejala apa pun, namun pada beberapa kasus, orang yang terinfeksi bakteri super ini bisa ditemukan memiliki gejala seperti demam, batuk, diare, dan gejala yang mirip dengan orang yang terinfeksi bakteri lain. . Bakteri atau virus.

Kasus pertama penyebaran bakteri super ini ditemukan di India bagian barat. Terdapat infeksi skala besar di wilayah tersebut, yang mempengaruhi pasien di wilayah Maharashtra. Dokter berupaya mencegah ruam yang disebabkan oleh infeksi superbug.

Sejauh ini, penyebaran dan pencegahan bakteri super masih menjadi perhatian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), karena dunia kemungkinan besar akan kembali terkena dampak “pandemi bakteri super” karena belum ada obat yang dapat menyembuhkannya secara total. Kita juga perlu mewaspadai apakah ada orang di sekitar kita yang tertular bakteri dan mengalami demam tinggi, batuk, pilek, atau gejala demam serupa lainnya.

Cara terbaik untuk mencegah infeksi superbug adalah dengan sering mencuci tangan dengan sabun dan air. Untuk mencegah penyebaran virus, sebaiknya jangan berbagi barang pribadi seperti handuk atau pisau cukur.

Hal lain yang bisa kita lakukan adalah dengan hanya mengonsumsi antibiotik dalam porsi, tidak overdosis, dan tidak mengonsumsi antibiotik tanpa resep dokter. Hal ini telah terbukti mencegah semua mutasi gen antibiotik pada manusia.